Kondisi Kritis Suatu Kaum ‘Yang Terdahulu’


Saudaraku se iman,

Sebagian pesan penting Beliau sebelum meninggalkan kita yaitu bermusyawarah untuk mufakat. Benar. Salah satu sifat alhli sunnah adalah Bermusyawarah.
Tapi dalam prakteknya banyak yang bersembunyi dibalik kata’musyawarah’ untuk mencari pembenaran saja, atau menjadi tameng kalau-kalau nanti ada yang bertanya” apa itu sudah dimusyawarahkan….. bla bla bla” sehingga yang di tanya menjawab, “sudah, sudah di musyawarahkan …. bla bla bla”. Selamat sudah dari serangan pertanyaan dan omelan.

Dari pengalaman satu dua tiga empat pengalaman, susah sekali ya kita sesama iman, sama Syeikh, sama amalan, sama topi, sama jubah, untuk duduk bersama bermusyawarah? Apa lagi yang satu ini tempatnya setan bercokol yaitu UANG, HARTA, KEDUDUKAN. Selalu ribut begaduh tak ada habis-habisnya. Tapi herannya selalu yang di gembar-gemborkan musyawarah….musyawarah….. gilirannya mengenai (satu saja) uang, diaaaaammmm di kantong, takut orang tau, tak mau open untuk di
musyawarahkan. Sunyi senyap.

UANG, HARTA, KEDUDUKAN adalah salah satu faktor sehingga sampai tidak mau tegor-sapa, sampai-sampai putus silaturahmi …..Masyaallah

Ya allah, ampunilah dan peliharalah kami yang selalu di ikuti syaitan 24 jam.

Maulana mencontohkan ke kita jelas dan terang untuk orang-orang yang berakal, bukan untuk di akal-akali.

Maulana tidak meninggalkan satu pesan pun tentang harta yang Beliau tinggalkan, di tinggalkan begitu saja. Benar tidak?
WAHAI diriku dan semua pengikut beliau, kenapa harus ribut soal itu? Sedikitpun tak ada pesan beliau tentang itu. Pesan Beliau yang ada AMALKAN INI AMALAH JANGAN SAMPAI BOLONG, BANTU KEMBANGKAN KALAU MAMPU, itu bagian yang terpenting.
Kalau soal uang, harta, jabatan (yang di tuakan/petugas/kepandaian dll jabatan) itu semua COBAAN YANG NYATA yang saat ini menimpa dan terjadi dimana-mana.

Wahai diriku dan saudaraku seiman, ada satu hal lagi, waktu Beliau masih ada, Beliau mengatakan” kalau mau bantu MFRDYH sekarang saatnya, jangan tunggu nanti-nanti. Nanti habis massanya. MFRDYH tidak lagi mau menerima. Walaupun uang berlimpah, tapi MFRDYH tidak lagi mau menerima. Susah hendak beramal”.
Rupanya sekarang ini bukti nyata massa yang beliau katakan itu benar-benar terjadi. Susah hendak membantu MFRDYH, yang ada kalau ada mau bantu MFRDYH, ‘jangan kirim kesana, yang bener kesini’, sedang yang lain teriak jangan kesana yang bener kesini, akhirnya yang mau beramal bingung, kenapa? jadi bahan pergaduhan pertengkaran murid dengan murid, kelompok dengan kelompok. Cobaan lagi.
Sedangkan kalau uang sudah berhasil di kumpulkan di larikannya kemana? Untuk apa? Maulana tidak pernah sembarangan menggunakan uang MFRDYH, Beliau sesalu berdo’a dulu, ada kebenaran atau tidak. Sangat hati-hati dan tidak sembrono.
Sekarang yang terjadi: uang MFRDYH lari kemana? Tau sendirikan, MALU untuk dituliskan disini.
Yang aneh… kalau ada masalah, sedikit-sedikit harus dimusyawarahkan, begitu saja komplainnya, tapi sunyi senyap kalau masalah uang. Cobaan lagi.
Inilah yang menjadi SUMBER PERGADUHAN, BETUL TIDAK?

Saudaraku se iman,
Satu yang perlu kita renungkan, (SAAT INI) siapa yang menguasai Masjid terbesar di muka bumi ini? Wahabiah. Bukan kita, Siapa yang menguasai Madinah? Tau sendiri kan, bukan golongan kita. Sekarang Siapa yang menguasai tempat makam Syeikh zikir ini? Tau sendirikan, Siapa yang menguasai tempat makam pesuruh Beliau di Khaimah Lgkt? Tau sendiri kan, Siapa yang mengusai tempat mengaji TBT JKT? Tau sendirikan, terahir siapa yang menguasai tempat turunnya do’a SABAQALMUFARRIDUN SKBM? Jadi ada apa sebenarnya ini? BUKANKAN INI merupakan SUATU PELAJARAN YANG NYATA untuk kita?
WAHAI diriku dan saudaraku seiman, Ayolah… sudahi pertikaian ini ….. ingat Empat Syarat Mufarridiyyah TIDAK dituliskan masalah uang, sumbangan, jabatan, bangunan, siapa yang didepan, siapa yang dituakan, tetapi yang di urus mufarridiyyah bagaimana kita menjaga sembanhyang terus amalkan ini amalan, bersatu dan berkasih-kasihan serta jangan berkelahi, sentimen. Itu saja. SUSAH SELAKI YA KITA ikut Empat Syarat itu? Yang disuruh apa?, yang kita buat apa?

Jawabannya Cuma satu : KITA SUDAH TERLALU BANYAK DOSA.

Tetapi kita jangan pitus asa, Innallaha ghafuururrahiim.

Satu syaratnya : KAPOK, Jangan buat lagi yang salah-salah.

Tetap semangat, Mari berlomba lagi agar menjadi yang TERDAHULU, MENANG (Makna Hadist Sabaqal Mufarridun).

Insyaallah

Ma’assalamah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

JAUHILAH SIKAP ANGKUH dan SOMBONG


Sikap angkuh dan sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan memandang dirinya berada di atas orang lain. (Bahjatun Nadzirin, I/664)

Firman Allah Taala sbb:
“dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung”(QS. Al Israa:37)

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)

Rasulullah SAW bersabda:
أ
“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).“ (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853)

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” (HR. Muslim no. 91)

Bentuk kesombongan diantaranya adalah sombong terhadap makhluk, yakni dengan meremehkan dan merendahkannya. Hal ini muncul karena seseorang bangga dengan dirinya sendiri dan menganggap dirinya lebih mulia dari orang lain. Kebanggaaan terhadap diri sendiri membawanya sombong terhadap orang lain, meremehkan dan menghina mereka, serta merendahkan mereka baik dengan perbuatan maupun perkataan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Cukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim” (H.R. Muslim 2564). (Bahjatu Qulubill Abrar, hal 195)

Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk membanggakan diri dan meraih kedudukan, memandang remeh kaum muslimin yang lainnya serta membodoh-bodohi dan merendahkan mereka, maka hal ini merupakan kesombongan yang paling besar. Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar dzarrah (biji sawi).

Marilah kita sama-sama menjauhi sikap buruk ini yang kadang-kadang muncul dan tanpa kita sadari, Karena Allah Taala tidak suka dan Nabi pun tidak suka. Kaum Mufarridun jauh dari sikap itu.

Wassalam

Posted in Uncategorized | 5 Comments

Al Barzanji. Legkap sampai Do’a (PDF , Android .APK)


Bismillahirrahmanirrahiim,

Tiada manusia yang sempurna selain para Nabi-nabi dan para Rasul, dan siapa saja yang Allah SWT kehendaki.

Penulis mencoba membukukan apa-apa yang telah bersama-sama  dan bertahap sampai kepada kita, dari yang orang Mulia yang di kasihi Allah SWT dan RasulNya.

Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat bagi penulis dan siapa saja atas keizinan Allah Ta’ala.

Marilah kita belajar, berlatih, menghafal, memakmurkan serta meramaikan Majelis kita, yang telah Beliau rintis dengan segala daya dan upaya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran, semata-mata untuk mencari Ridha Nya. Tetapi bukan sebaliknya.

Sebagai manusia biasa, apa bila ada kesalahan penyampaian dan penulisan adalah semata-mata keterbatasan pengetahuan, pemahaman  dan ilmu serta kelalaian dari penulis sendiri.

SABAQAL MUFARRIDUN

Maassalamah

Link to Download:

mirror 1:  https://www.dropbox.com/s/eux5inn1rc0qt9e/Maulid%20Al%20Barzanji%20Al%20Mufarridun%20for%20Android.apk

Mirror 2: Maulid Al Barzanji Al Mufarridun for Android APK

Al barzanji PDF

Image | Posted on by | 5 Comments

Golongan penipu, yang berpenyakit hati, suka berdusta dan yang membuat kerusakan. Al Baqarah 8-18


8. di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian[22],” pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

9. mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

10. dalam hati mereka ada penyakit[23], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

11. dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi[24]“. mereka menjawab: “Sesungguhnya Kami orang-orang yang Mengadakan perbaikan.”

12. Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

13. apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.” mereka menjawab: “Akan berimankah Kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, Sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.

14. dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka[25], mereka mengatakan: “Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok.”

15. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

16. mereka Itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.

17. perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api[26], Maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.

18. mereka tuli, bisu dan buta[27], Maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Makna DUA KALI LIPAT untuk AHLUL BAIT, Subhanallah. Al Ahzab 27-31


27. dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak [1211]. dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.
28. Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu: “Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, Maka Marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah[1212] dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.
29. dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, Maka Sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.
30. Hai isteri-isteri Nabi, siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan di lipat gandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.
31. dan barang siapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscata Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezki yang mulia.

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Al Hajj 1-7


1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
2. (ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.
3. di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah[976] tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti Setiap syaitan yang jahat,
4. yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa Barangsiapa yang berkawan dengan Dia, tentu Dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.
5. Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
6. yang demikian itu, karena Sesungguhnya Allah, Dialah yang haq[977] dan Sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,
7. dan Sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.

[976] Maksud membantah tentang Allah ialah membantah sifat-sifat dan kekuasaan Allah, misalnya dengan mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah puteri- puteri Allah dan Al Quran itu adalah dongengan orang- orang dahulu dan bahwa Allah tidak Kuasa menghidupkan orang-orang yang sudah mati dan telah menjadi tanah.
[977] Maksudnya: Allah-lah Tuhan yang sebenarnya, yang wajib disembah, yang berkuasa dan sebagainya.

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Apa yang sebenarnya engkau cari Saudaraku?


Golongan kaum Mufarridun adalah yang menyatu-nyatukan yang terpecah-pecah, satu berserak kesana satu berserak kemari, yang menyatu-nyatukan itulah arti dari Mufarridiyyah itu sendiri.
Semenjak kewafatan dari Maulana, banyak di antara pengikut Mufarridun itu justru saling berseberangan dalam menyikapi satu permasalahan. Sampai saat ini bisa dilihat sudah terjadi beberapa golongan/kelompaok, tanpa disadari dari masing-masing pribadi penganut Mufarridun itu sendiri. Saling menyalahkan antara sesama, dulu kawan sekarang lawan, terjadi pengkotak-kotakan, sampai akhirnya pada lupa semua apa sebenarnya yang mereka cari.
Sebenarnya sudah ada contoh-contoh nyata dari pengalaman dalam diri para jemaah, perpecahan antara jemaah sudah terjadi sebelumnya, dan sekarang ini adalah kali kedua, dengan latar belakang yang sama, yaitu dangkalnya pemahaman agama yang mendahulukan duniawi, harta, uang, kedudukan, pengaruh, ego, kesombongan dan keangkuhan dan bergai penyakit hati.
Demi Allah Yang Maha Agung mufarridiyyah jauh dari sifat-sifat itu. Apa kurang pengajaran dari Maulana kepada jemaahnya? Masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Kenapa tidak bias menjadikan Maulana sebagai sosok tauladan untuk beribadah?

Jawabannya adalah RIZKI.

Setiap diri pribadi memiliki rizki yang berbeda-beda dari Allah Taala.
Jadi berbeda pendapat itu salah satu sifat nya manusia. Tidak ada manusia senang disalah-salahkan. Belum tentu yang menyalahkan itu yang benar. Alangkah bijaksananya kalau diantara jemaah tidak saling menyalahkan, TAPI saling MENASEHATI. Menasehati dan menyalahkan adalah dua hal yang jauh berbeda.
Seandainya nasehat itu tidak di terima orang lain, jangan emosi dan marah, serahkan kepada Allah Taala, karena semuanya, apa yang terjadi atas izin Allah Taala ini artinya masing-masing dari ada tugas yang tidak sama yang perlu di emban.
Ingat salah satu pesan Beliau “kenapa orang tidak mau mendengar dan mengikut nasehat dari orang lain? Karena yang memberi nasehat tidak punya karisma. Orang yang menasehati itu sendiri masih berbuat yang salah-salah, siapa yang mau ikut”.
Jadi tidak perlu marah kalau nasehatnya tidak diterima orang, obatnya bercerminlah untuk diri sendiri dan hendaklah masing-masing banyak bersyukur kepada Allah Taala, karena masih di berikan tambahan waktu untuk bisa mengamalkan amalan yang tinggi ini. Berapa banyak orang-orang yang dekat dengan beliau lama-lama keluar tidak mengamalkan lagi, bahkan ada juga yang memusuhi.

Hendaklah masing-masing faham siapakah KAUM MUFARRIDUN itu:

KAUM MUFARRIDUN yaitu mereka yang patuh pada empat syarat. (maaf untuk menjaga adab tidak di tampilkan disini)
Adapun mereka yang mengamalkan ini amalan tetapi tidak mematuhi empat syarat mereka hanya PENGIKUT KAUM MUFARRIDUN.
(sumber: copy Empat Syarat Mufarridiyyah)

Bagi penulis, mengartikannya sederhana begini: siapapun dia, dari mana pun asalnya atau background nya, bagaimana pun perbuatannya ( artinya tidak patuh yang empat syarat itu, tapi masih mengamalkan ini amalan) masih bagus dari pada yang tidak mengamalkan ini amalan sama sekali. Karena mereka masih mendapat gelar PENGIKUT KAUM MUFARRIDIYYAH.
Hendaknya banyak-banyak di syukuri atas kurnia ini karena diberikan kesempatan besar yang di berikan Allah Taala.

Yang terahir, BERHATI-HATILAH dan berlembut hatilah kepada orang-orang yang masih mengamalkan ini amalan, karena bisa jadi orang itulah yang terpilih Allah Taala, atau paling tidak mereka adalah pengikut kaum Mufarridiyyah, dan sudah tentu itu orang pilihan.

Kita sendirilah yang memilih jalan untuk kita sendiri.

Sekarang APA YANG SEBENARNYA ENGKAU CARI SAUDARAKU?

Sabaqal Mufarridun

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Al Mufarridun


Sabaqal Mufarridun
Menanglah orang-orang Mufarridun

Semoga Allah SWT memberikan sedikit Cahaya-Nya dan Hidayah-Nya ke dalam hati kita, dan hanya dengan itulah penulis mencoba menyumbangkan tulisan ini yang mudah-mudahan dapat memberikan penjelasan tentang Thariqat Al-Mufarridiyah. Semoga ini dapat bermanfaat terutama bagi penulis sendiri, serta para pengamal Dzikrullah ini agar bertambah keyakinan serta keta’atan dalam beribadah. Dan semoga dapat berguna pula bagi semua pihak, tanpa kecuali, sehingga mendapatkan bahan masukan dan pemahaman yang bermanfaat tentang Dzikrullah Thariqat Al-Mufarridiyah.
Semoga Allah Ta’ala selalu menerangi hati kita dengan cahaya kebenaran dan rahmatNya sehingga dimudahkan untuk dapat menerima, memahami, dan sungguh-sungguh mengamalkan Dzikrullah Thariqat Al-Mufarridiyah ini, serta diizinkan Allah Ta’ala untuk turut serta membantu sampai akhir umur kita. Sabaqal Mufarridun.

Silsilah dan Pengazaz Dzikrullah Thariqat Al-Mufarridiyah

Silsilah Dzikrullah Thariqat Al-Mufarridiyah adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits, dengan I’tiqad Ahlussunnah wal Jama’ah (mengikut dan menghidup-hidupkan Sunnah Rasul).
Sebelum menguraikan silsilah Dzikrullah ini, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu siapa pengazas, kapan dan dimana Dzikrullah ini di datangkan Allah Ta’ala.

Bermula pada tanggal 17 Muharram 1374 H ( 14 September 1954) di Makkatul Mukarramah, dengan diturunkannya Malakul Ilham kepada seorang hambaNya, yaitu Syeikhul Akbar Mawlana Muhammad Ma’mun Al Arief Billah Al Mufarridun, dimana mengajarkan malaikat Allah kedalam hati Beliau bagaimana cara yang paling mudah untuk mengajak umat berbuat taat dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dalam agama yang diridhaiNya yaitu Islam, yaitu dengan cara berdzikir menyebut ALLAH ALLAH dengan jahr (bersuara) yang dilakukan tiap-tiap selesai shalat fardhu.
Beliau berasal dari Indonesia dan dilahirkan pada tanggal 28 April 1909 di pulau Kampai, Langkat, Sumatera Utara. Tanda-tanda kesalehan dan baiknya budipekerti Beliau sudah tampak sejak masa kanak-kanak, yaitu sejak Beliau berumur + 7 tahun. Salah satu diantaranya yaitu tiap-tiap jam 2 dini hari Beliau selalu pergi ke Masjid yang tidak seberapa jauh dari rumah Beliau untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Pada tahun 1933 (pada usia + 24 th) atas arahan dan bantuan Sultan Langkat, Beliau berangkat menuju Makkah untuk belajar ilmu agama kepada mufti yang shalih. Pada tahun 1936 Beliau telah dapat menghafalkan Al Qur’an dengan bacaan dan suara yang sangat istimewa. Dan semenjak itu pula Beliau tidak pernah putus, setiap hari satu kali, menghatamkan Al Qur’an sampai Beliau wafat tahun 1978 yaitu selama + 42 tahun. Ini adalah suatu pekerjaan yang teramat mulia, dan barangkali untuk saat ini, di seluruh muka bumi ini, sudah sangat langka dapat dijumpai orang-orang seperti Beliau ini.
Setelah bermukim + 22 tahun di Makkah, pada hari Kamis, 6 Oktober 1955 Beliau kembali ke tanah air dan tiba di Jakarta. Selanjutnya pada tanggal 9 Oktober 1955 Beliau kembali ke tempat kediamannya di Langkat, Sumatera Utara. Dalam waktu singkat Dzikrullah ini berkembang cepat sampai kebeberapa daerah di Indonesia dan beberapa negara Asia.
Beliau wafat pada hari Kamis, 22 Juni 1978, pada usia 69 tahun dan dimakamkan di Langkat, Sumatera Utara, Indonesia.

Setelah memahami keterangan diatas, berikut adalah keterangan yang menjelaskan silsilah Thariqat Al-Mufarridiyah yakni bebarapa firman Allah Ta’ala. dalam Kitab Suci Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW, yang menerangkan jalan Dzikrullah, Dzikir Allah, Allah.

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS Al Faatihah, 1:1)

Artinya:
dan Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik. (QS Al Baqarah,2:99)

Artinya:
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat. (QS Al-Baqarah, 2:114)

Artinya:
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS Al-Baqarah, 2:152)

Artinya:
Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy`arilharam. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkanNya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. (QS Al-Baqarah, 2:198)

Artinya:
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyangmu, atau berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendo’a: “Ya Tuhan kami, berilah kami di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian di akhirat. (QS Al Baqarah, 2:200)


Artinya:
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali Imran 3:31)

Artinya:
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya dan bertaslah di waktu petang dan pagi hari (QS Ali Imran, 3:41)

Artinya:
Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), maka sebutlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. (QS An-Nisa, 4:103)

Artinya:
dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung.(QS Ali Imran 3:104)

[217] Ma’ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

Artinya:
Dan tidaklah mereka (orang-orang munafiq) menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (QS An Nisa, 4:142)

Artinya:
Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim. (QS Al-An-am, 6:52)

Artinya:
Dan serulah Dia (Allah) dengan mengikhlaskan keta’atan kepadaNya. (QS Al-A’raaf, 7:29)

Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (QS Al-Anfal, 8:2)

Artinya:
Katakanlah: Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja yang kamu seru. Dia mempunyai al-asmaaul-husna (nama-nama yang terbaik) (QS Al Isra’, 17:110)

Artinya:
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya. (QS Al-Kahfi, 18:28)

Artinya:
Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka. (QS Al Hajj, 22:34-35)

Artinya:
Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang. (QS An-Nur, 24:36)

Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al-Ahzab, 33:21)

Artinya:
… laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS Al-Ahzab, 33:35)

Artinya:
41. Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.
42. dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.
43. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
44. salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya Ialah: Salam[1224]; dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.
45. Hai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk Jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan, (QS Al-Ahzab, 33:41-45)

[1224] Artinya: sejahtera dari segala bencana

Artinya:
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi . Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS Al-Ahzab, 33:56)

Artinya:
dan apabila hanya nama Allah saja disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati. (QS Azzumar 39:45)

Artinya:
Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS Al-Jum’ah, 62:10)


Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. (QS Al Mulk 67:12)

Artinya:
Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (QS Al-
Muzammil, 73:8)

Artinya:
Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang. (QS Al-Insaan, 76:25)

Artinya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. (QS Al-Alaq, 96:1)

Hadits-Hadits yang menerangkan Dzikrullah:

Kalaulah terdapat banyak ayat-ayat Al Qur’an yang menerangkan masalah Dzikrullah, tentu tidak perlu dipertanyakan lagi mengenai hadits-haditsnya. Karena, Al Qur’an seluruhnya berjumlah 30 juz, yang terdiri dari 114 Surat, yaitu sebanyak 6.236 ayat. Sedangkan jumlah hadits sangat banyak, tidak ada terhingga. Berikut adalah Hadits-hadits yang menerangkan Dzikrullah:

Artinya:
Terdahulu (masuk surga) orang-orang “Mufarridun”, Sahabat bertanya: Siapakah Mufarridun itu ya Rasulullah? Nabi menjawab: Orang-orang yang banyak dzikir Allah, laki-laki, maupun perempuan (H.R. Muslim – Shahih Muslim II hal 467, & 1100 Hadits Terpilih/Qobasum Min Nuri Muhammad SAW hal 80 )

Artinya:
Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga diatas bumi ini tidak lagi diucapkan kalimat Allah Allah. (H.R. Muslim dari sahabat Annas r.a.-Sahih Muslim I hal. 73, Tanwirulqulub 511, Risalatul Qusyairiyah hal 261)

Artinya:
Lakukan sebanyak mungkin menyebut Allah Azza Wa Jalla disetiap keadaan, karena sesungguhnya tiada amal perbuatan yang lebih disukai Allah dan lebih dapat menyelamatkan manusia dari setiap kejelekan di dunia maupun akhirat, melainkan menyebut ALLAH. (H.R. Ibnu Sharshariy, Nashoihul Ibad/Nasehat Penghuni Dunia hal 126)

Artinya:
Dan selalu saja Jibril menasihatkan kepadaku agar dzikir ALLAH, sampai saya kira suatu ucapan tidak bermanfaat kecuali disertai dzikir Allah (H.R. Jabir bin Abdullah Al-Anshariy r.a., Nashoihul Ibad/Nasehat Penghuni Dunia hal 209)

Artinya:
Dari Abu Darda r.a., katanya: Pada suatu saat, Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya, “ Tidak maukah kalian aku beritahu mengenai amalanmu yang paling tinggi dan paling suci menurut Tuhanmu, dan derajatmu yang paling tinggi dan lebih baik bagimu daripada menyedekahkan emas dan perak dijalan Allah dan lebih baik daripada membunuh musuh-musuhmu dan musuhmupun akan membunuhmu (berjihat), Pada sahabat bertanya, “Beritahukanlah kepada kami ya Rasulullah. Beliau bersabda “Dzikrullah”. (menyebut-nyebut Allah). (H.R. Abu Darda r.a., Fadhilah Amal, hal 403)

Artinya:
Rasulullah SAW menyebut-nyebut Allah setiap waktu (saat). (H.R. Muslim, 1100 Hadits terpilih, hal 79)

Artinya:
Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan, dan menyebut-nyebut tentang manusia adalah suatu penyakit (penyakit akhlak). (H.R. Baihaqi, 1100 Hadits terpilih, hal 78)

Artinya:
Tiada amal perbuatan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada Dzikrullah (menyebut-nyebut Allah). (H.R. Baihaqi, 1100 Hadits terpilih, hal 82)

Artinya:
Perbanyaklah berdzikir kepada Allah sehingga engkau dikatakan gila. (HR. Imam Ahmad, Zikir itu Nikmat hal 13)

Berdzikirlah kamu sekalian kepada Allah dengan dzikir yang banyak sehingga orang munafik berkomentar bahwa kamu riya’ (ingin dilihat orang). (H.R. Thabrani dan Baihaqi, Zikir itu Nikmat hal 13)

Apabila duduk suatu kaum mengucapkan Dzikir (menyebut) Allah, maka melindungi akan mereka malaikat-malaikat dan meliputi akan mereka rahmat dan turun atas mereka sakinah (ketenangan jiwa) dan Allah akan menyebut mereka pada sisi-Nya. (H.R. Muslim)

Artinya:
Apabila ada suatu jema’ah yang sibuk berdzikir kepada Allah SWT maka malaikat akan mengerumuninya dari semua penjuru, mereka akan dinaungi rahmat Allah SWT, akan diturunkan sakinah kepada mereka dan Allah SWT sendiri akan membangga-banggakan mereka didepan majelis. (H.R. Abu Hurairah r.a. dan Abu Said r.a., Fadhilah Amal hal 409)

Artinya:
Sesungguhnya pada hari kiamat, Allah akan mengutus beberapa kaum, yang wajah mereka penuh dengan NUR. Mereka duduk diatas mimbar-mimbar lu’lu’ (cahaya) sehingga manusia dibuat iri. Rereka bukan para Nabi bukan para syuhada. Maka seorang arab dusun berkata ‘terangkanlah kepada kami tanda-tanda mereka agar kami dapat mengenali mereka’. Rasulullah SAW bersabda: ‘Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka berasal dari suku yang berbeda-beda, dan daerah yang berbeda-beda. Mereka berkumpul untuk berdzikrullah dengan menyebutNya’. (H.R. Abu Darda r.a. Fadhilah Amal hal 421)

Artinya:
Rasulullah bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari
(Hadits Qudsi-H.R. Abu Hurairah ra)

Artinya:
Sesungguhnya Allah ‘azza wa Jalla berfirman kepada malaikat Israfil: “Jika engkau mendengar ada orang mengucapkan Allah Allah, maka tangguhkanlah tiupan sangkakala itu selama empatpuluh tahun lagi, karena untuk memuliakan kepada orang yang mengucapkan tadi” (Kitab Mukhtasyar Tazkiratul Qartubiyah hal 158)

Allah SWT berfirman: yang artinya:

Artinya:
“Aku malu (kata Allah) terhadap hambaKu yang didalam perut bumi itu, malu Aku menyiksanya didalam kuburnya itu, karena anaknya berdzikir (menyebut namaKu) dibelakang bumi (didunia)”. (Hadits Qudsi, Khazinatul Asrar hal 89)

Kiranya telah jelas dan memadai petikan beberapa keterangan dari Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an dan beberapa Hadits yang menyebutkan dan menjelaskan tentang Dzikrullah, Dzikir ALLAH ALLAH dengan jahr (bersuara).

Artinya:
“Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat Nya dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-An’am, 6:115)

Jadi, Allah Ta’ala yang menyuruh kita untuk menyebut nama Nya. Nama Dzat, yaitu ALLAH ALLAH, artinya namakala kita sebut ALLAH, sudah termasuk semua didalamnya seluruh nama, sifat, dan kesempurnaan Allah Ta’ala yang ada.

Artinya:
Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS Al-Ahzab, 33:35)

Apa yang diterangkan dalam petikan ayat-ayat Al Qur’an dan beberapa hadits di atas jika Allah Ta’ala mengizinkan tentunya sudah cukup bagi kita yang mendapat rahmatNya untuk mengamalkannya, sedangkan bagi yang tidak mendapat rahmatNya beribu-ribu keteranganpun tidak akan ada gunanya.

Maksud dan Tujuan Thariqat Al-Mufarridiyah
Maksud dan Tujuan Thariqat Al-Mufarridiyah adalah untuk megajak umat manusia diakhir zaman ini agar lebih mudah berbuat ta’at dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, dalam agama yang di ridhai-Nya yaitu Islam, dengan cara berdzikir menyebut Allah Allah dengan Jahr (bersuara), yang dikerjakan tiap-tiap melesai shalat fardhu.

Artinya:
Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. (QS Al-Imran, 3:19)

Artinya:
Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), maka sebutlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. (QS An-Nisa, 4:103)

Singkatnya tujuan Thariqat Mufarridiyah yaitu agar tidak tinggal Shalat.

Ada salah satu keterangan Syeikh Muhammad Amin Al Kurdi, Beliau adalah pengamal dari Thariqat Naqsabandi. Beliau telah mendapat petunjuk dari Allah Ta’ala untuk menerangkan makna Hadits “SABAQAL MUFARRIDUN” yang tersebut dalam kitabnya TANWIRUL QULUB, cetakan ke-lima tahun 1343 H, halaman 412 adalah sebagai berikut:
Didalam hadits Nabi S.A.W. bersabda “Sabaqal Mufarridun” yakni telah terdahulu atau menang orang-orang Mufarridun. Sahabat bertanya: Siapakah orang-orang Mufarridun itu Ya Rasulullah? Beliau menjawab: Orang-orang Mufarridun itu merekalah orang-orang yang telah menghapuskan oleh Dzikir mereka akan segala dosa-dosa mereka. Mereka datang pada hari hampir kiamat. Tiada dihinggakan banyaknya orang-orang mufarridun itu.
Dan ditambahkan dengan penjelasan dari Syeikh Muhammad Amin Al Kurdi yaitu ILHAM yang didatangkan Tuhan kepadanya , yang tidak disebutkan lagi penjelasan Syeikh Muhammad Amin Al Kurdi ini pada cetakan lain dari cetakan yang kelima ini. Karena tidak dimasukkan oleh penerbitnya lagi pada cetakan yang lain itu. Inilah tambahan dari Syeikh Muhammad Amin Al Kurdi itu:
Mereka itu berjalan yaitu mengembangkan Dzikir dimuka bumi. Yang dimana-mana tempat mendapat tentangan karena ada yang mendustakan amalan ini. (dikatakan orang, ini amalan tipuan). Tidak mengetahui oleh Ahli Qutub dan tidak sampai Ahli Qutub pada ketinggian amalan ini. (MAQAM Dzikir ini). Dan Syeikh Dzikir ini ialah Sayyidina Khaidir A.S. Dan mereka-mereka orang Mufarridun tidak berkurang jumlah mereka sebagaimana yang diketahui. Hingga disudahi dengan dipimpin oleh Khalifatullah Mahdi. Maka Imam Mahdi lah akhir Wali Allah pada umat ini.

Rasulullah bersabda:
Artinya:
Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga diatas bumi ini tidak lagi diucapkan kalimat Allah Allah. (H.R. Muslim dari sahabat Annas r.a.-Sahih Muslim I hal. 73 dan Tanwirulqulub 511)

Dalam kitab Mukhtashar Tazkiratul Qartubiyah hal 158 memuat Hadits lain,

Artinya:
Sesungguhnya Allah ‘azza wa Jalla berfirman kepada malaikat Israfil: “Jika engkau mendengar ada orang mengucapkan Allah Allah, maka tangguhkanlah tiupan sangkakala itu selama empatpuluh tahun lagi, karena untuk memuliakan kepada orang yang mengucapkan tadi”

Artinya:
Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang. (QS An-Nur, 24:36)

Dalam satu riwayat yang ditulis dalah kitab shahih melalui sahabat Ibnu Abbas r.a. adalah sbb:

Artinya:
Bahwa mengangkat suara dengan mengucapkan dzikir ketika orang-orang selesai dari shalat fardhu merupakan kebiasaan dizaman Rasulullah SAW. *)

Bahkan sebagian dari mereka juga ada yang bertanya: Apakah Rasulullah juga berdzikir menyebut Allah Allah?
Jawabanya ada dalam Al Qur’anul Karim.

Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suritauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al-Ahzab, 33:21)

Artinya:
“Rasulullah SAW bersabda kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah: Hai Ali, pejamkan kedua matamu dan rapatkan sepasang bibirmu dan naikkan lidahmu ke langit-langit mulutmu sebutlah Allah, Allah, Allah (HR. Tabrani dan Baihaqi)

Artinya:
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat. (QS Al-Baqarah, 2:114)

Artinya:
Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim). (QS Al-An-am, 6:52)

Rasulullah SAW bersabda :

Apabila duduk suatu kaum mengucapkan Dzikir (menyebut) Allah, maka melindungi akan mereka malaikat-malaikat dan meliputi akan mereka rahmat dan turun atas mereka sakinah (ketenangan jiwa) dan Allah akan menyebut mereka pada sisi-Nya. (H.R. Muslim)

Perbanyaklah berdzikir kepada Allah sehingga engkau dikatakan gila. (HR. Imam Ahmad)

Berdzikirlah kamu sekalian kepada Allah dengan dzikir yang banyak sehingga orang munafik berkomentar bahwa kamu riya’ (ingin dilihat orang). (H.R. Thabrani dan Baihaqi)

Artinya:
“ Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. (QS An Nisa 4:59)

Mudah-mudahan tulisan ini dapat menjadi bahan masukan referensi yang bermanfaat karena segala sesuatu yang benar datangnya hanyalah dari Allah SWT, dan yang salah datangnya dari penulis yang banyak khilaf. Semoga Allah Ta’ala mengampuni kekhilafan ini.
Akhir kata kalaulah terjadi perselisihan dan beda pemahaman tentang amalan Thariqat Al Mufarridiyah ini maka sebaiknya kita kembali kepada Al Qur’an dan Hadits, mudah-mudahan kita semua mendapat petunjuk dari Allah Ta’ala. Amiin.

SABAQAL MUFARRIDUN

Posted in Uncategorized | 11 Comments

Kaum Mufarridun, An Nisa 135-146


135. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. jika ia[361] Kaya ataupun miskin, Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

136. Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

137. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya[362], Maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

138. Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,

139. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

140. dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. karena Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,

141. (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: “Bukankah Kami (turut berperang) beserta kamu ?” dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah Kami turut memenangkanmu[363], dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.

142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka[364]. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya[365] (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali[366]. [0]

143. mereka dalam Keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir)[367], Maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.

144. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali[368] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu Mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?

145. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

146. kecuali orang-orang yang taubat dan Mengadakan perbaikan[369] dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

 

[361] Maksudnya: orang yang tergugat atau yang terdakwa.

[362] Maksudnya: di samping kekafirannya, ia merendahkan Islam pula.

[363] Yaitu dengan jalan membukakan rahasia-rahasia orang mukmin dan menyampaikan hal ihwal mereka kepada orang-orang kafir atau kalau mereka berperang di pihak orang mukmin mereka berperang dengan tidak sepenuh hati.

[364] Maksudnya: Alah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani Para mukmin. dalam pada itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan tipuan mereka itu.

[365] Riya Ialah: melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat.

[366] Maksudnya: mereka sembahyang hanyalah sekali-sekali saja, Yaitu bila mereka berada di hadapan orang.

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kaum Mufarridun, Al Maidah 54


Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS: 5:54)

Posted in Uncategorized | Leave a comment